Tgl Kejadian : 06 Juli 2013
Lokasi : Kepulauan Seribu
Bintang Tamu : - Mayang Purwasih (Meiimeii) partner Dedi Hadiansyah
- Nabila keponakan Ardianti Juwana (Anti)
- Astri Novita (Achie) partner Idham Hafiz
Liburan,, kalimat ini sering kali dibahas kami berlima, banyak rencana yang sering kami buat bersama, namun pada akhirnya, semua berlalu begitu saja tanpa ada kejelasan.
Verni lah yang sering memberikan info lokasi-lokasi liburan yang dianggap terjangkau oleh semua, dalam segi waktu, lokasi, dan uang tentunya. memang, untuk kasus liburan, Verni lah yang berpengaruh besar dalam itu semua, sedangkan saya, hanya bisa menyetujui dan menyemangati yang lain untuk ikut, jadi kalau ada yang tidak mau atau rencana itu gagal, ya memang sayalah yang seharusnya disalahkan.
Juni 2013 Verni mendapat info lokasi liburan murah dengan perjalanan pulang pergi, mungkin terdengar akan membuat lelah, namun cuma dengan ini kami bisa membawa pasangannya untuk jalan bersama dan ditambah ijin orang tua masing-masing, karena walau kami sudah dewasa, tidak jarang orangtua merasa cemas, apalagi perginya dengan lawan jenis yang berstatus pacaran.
Lokasi tujuan kita juga tidak terlalu jauh, terletak di pinggiran Jakarta, Pulau Seribu tepatnya, kami berlima asik berdiskusi tentang kesiapan rencana ini melalui grup Blackberry, dan rencananya perjalanan dimulai Sabtu tanggal 6 Juli 2013.
Seperti biasa, sudah tugas saya untuk memberi semangat dan menjaga mood mereka (Idham Radit dan Anti) untuk tetap kompak, namun memasuki bulan Juli dan acara tinggal beberapa hari lagi,, hopeless . . .
mereka tidak ada tanda-tanda keseriusan.
Saya pun sempat berselisih paham dengan Verni, sudah dicarikan lokasi liburan, tapi gak ada yang serius, akhirnya saya memberanikan diri untuk membayar DP ke Verni, semoga jadi berangkat, ya sekalipun gagal dan DP hangus, saya tidak boleh kecewa.
Struk ATM yang telah saya bayarkan, saya foto dan saya berbagi di grup Blackberry, ini sekaligus membuktikan bahwa saya tidak main-main untuk mengadakan silaturahim berlima, IRDA-V.
siap tidak siap, mereka harus ikut dan saya harus menanggung resiko bila mereka tidak ikut.
Alhamdulillah, tepat tgl 5 malam hari, mereka setuju, namun masih ada sedikit kendala,,
Radit (Adit) tidak bisa membawa partner nya si Citra, Ardianti (Anti) tidak bisa membawa partner nya si Irwan, namun untuk Anti, dia membawa keponakannya si Nabila sebagai pengganti Irwan,dan terakhir Verni, dia tidak bisa membawa partnet nya di Bobby, well , , trip must go on . .
Jakarta 6 Juli 2013, hari yang menurut saya dingin sekali pagi itu, karena dari malamnya, hujan tak kunjung berhenti hingga hampir subuh, saya bisa mengatakan demikian karena saat itu saya memang tidak bisa tidur, entah karena terlalu gembira ingin jalan-jalan ataupun karena efek kopi luwak putih yang tidak bikin deg-degan itu, pagi pun menjelang, sesuai kesepakatan dari panitia jalan-jalan, kumpul di Muara Kamal Jakarta-Utara pukul 07.30,, itu berarti IRDA-V harus siap sebelum waktunya, akhirnya disepakati, kumpul di rumah Adit jam 6 pagi.
Saat itu Meiimeii dinas malam, dan paginya langsung saya tunggu di depan rumah sakit tempat ia bekerja, dinginnya air pagi itu dan jalanan yang becek, serta mata yang ngantuk tidak boleh saya jadikan alasan untuk membatalkan menjemput Meiimeii atau membatalkan perjalanan, namun sedikit telat, jam 6 saya masih di RS, sedangkan mungkin di Rumah Adit, sudah kumpul semua, pikirku.
Tanpa banyak basa-basi, begitu Meii aku rasa sudah duduk aman, aku langsung pergi ke arah rumah Adit, sesampainya disana, Idham dan Astri sudah tiba, mendengar mesin motor Idham yang masih berbunyi, aku berfikir dia belum lama sampai, tapi bila dia telat, semua bisa maklum, karena dari kami berlima, rumah dia yang paling jauh, Bintaro Sektor XI.
"Si Verni belom sampe ye?" Tanyaku kepada Adit sambil membantu Meiimeii turun dari motorku yang ada box belakangnya.
"Belom"
"Eh tapi dari tadi Verni udah PING PING gue nih, gue baca katanya dia udah di Indo**rt depan gang" Sahut Achie
"Oh yaudah kita kesana yuk" Sambung Adit
"Bisa nanti dulu gak . . . " Ucapku "Gue mau ke toilet, panggilan alam chuy, daripada nanti gue merusak habitat laut gara-gara buang disana"
"Bisa nanti dulu gak . . . " Ucapku "Gue mau ke toilet, panggilan alam chuy, daripada nanti gue merusak habitat laut gara-gara buang disana"
"Kebiasaan lu, yaudah buruann" Kata Adit
Aku bergegas pergi ke toilet melewati Idham yang daritadi masih duduk dimotor dan sesekali menguap ngantuk.
Sekitar jam 7 pagi, kami menemui Verni yang sudah tiba di In**mart depan gang rumah Adit, kami semua cemas karena sesuai jadwal yang disepakati panitia, 07.30 harus sudah di Muara Kamal, mau nunggu Anti sampai jam berapa nih? pikir kami.
Tak berapa lama Anti sudah tiba, ternyata dia diantar orang tuanya melalui mobil mliknya, kami yang awalnya ingin marah karena keterlambatan dia, mendadak senyum ketika orang tuanya berkata "Ayuk buruan naik, daripada naik busway kesana, nanti malah nambah ongkos" kurang dari 1 menit, mobilnya sudah penuh oleh kami dan barang-barang bawaan kami.
Perjalanan dimulai, namun kendala belum juga lepas, memang benar kata pepatah, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Mobil yang dikendarai orang tua Anti salah masuk tol, bukannya Exit, malah masuk kembali kejalan Tol, tidak dari situ juga, saat sudah memasuki jalan Muara Kamal, ternyata masih jauh ketempat lokasi yang dituju, Pelelangan Ikan.
dengan jalan sempit dan becek hujan, serta ucapan bohong orang-orang yang mengatakan kalau jalan di depan ditutup akibat banjir, membuat kami sedikit kecewa, ditambah lagi waktu sudah hampir jam 9, Verni pun sibuk memfoto tempat keberadaan untuk dikirim ke panitia yang sudah menunggu disana.
Sekitar 50m kami akan sampai, kami percaya kalau di depan ada banjir, akhirnya kami turun disana, kami pamitan dengan orang tua Anti dan melanjutkan dengan berjalan kaki, thanks ya Ayah dan Ibunya Anti, hati-hati pulangnya.
Lokasi yang becek dan sedikit bau khas pelelangan ikan tidak menjadi hambatan kami ke lokasi, kami tetap berjalan.
![]() |
| Idham berjalan menuju lokasi perahu di Muara Kamal |
![]() |
| Verni (jilbab), Idham dan Meiimeii melewati jembatan untuk ke kapal |
![]() |
| Anti dan Adit gak mau ketinggalan narsis |
![]() |
| Kapal bermuatan lebih kurang 30 orang yang kami naiki bersama rombongan |
![]() |
| Verni, Meiimeii, Achie dan Saya |
![]() |
| Nabila (masih malu), Anti (baju motif bunga), Verni (jilbab), Meiimeii (kacamata) dan Saya :D |
Setelah menaiki kapal dan menempuh perjalanan kurang lebih 35 menit, tibalah kami di tujuan pertama, PULAU KELOR.
Pulau Kelor dahulu dikenal dengan nama Pulau Kherkof merupakan pulau yang berada pada gugusan Kepulauan Seribu. Secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu provinsi DKI Jakarta. Pulau Kelor terletak berdekatan dengan gugusan yang sama dengan Pulau Petondan Besar, Pulau Petondan Kecil, Pulau Kelapa, Pulau Onrust dan Pulau Bidadari.
Jaraknya ke Pantai Ancol sekitar 1,8 kilometer atau satu jam pelayaran dengan kapal motor. Di pulau ini terdapat peninggalan Belanda berupa galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis di abad ke 17. Di sini juga terdapat kuburan Kapal Tujuh atau Sevent Provincien serta awak kapal berbangsa Indonesia yang memberontak dan akhirnya gugur di tangan Belanda.
Jaraknya ke Pantai Ancol sekitar 1,8 kilometer atau satu jam pelayaran dengan kapal motor. Di pulau ini terdapat peninggalan Belanda berupa galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis di abad ke 17. Di sini juga terdapat kuburan Kapal Tujuh atau Sevent Provincien serta awak kapal berbangsa Indonesia yang memberontak dan akhirnya gugur di tangan Belanda.
![]() |
| Pulau Kelor dan Benteng Gagahnya |
Sampai di lokasi pertama, kami diberikan waktu 1 jam untuk acara bebas, makan, minum, foto, dll, cuma tidak boleh berenang, dengan alasan untuk mengejar waktu karena masih ada 2 pulau lagi.
![]() | ||
| Dedi Chan (narsis dikit ah, capek ngetik terus) :D |
![]() |
| Achie, Meiimeii dan Idham melepas lelah |
![]() |
| Verni Wahdiyar, tukang kasih tau info liburan untuk kami,, hidup Verni |
![]() |
| Adit nahan boker |
![]() | |
| resiko tukang foto lah, saya gak ada :( |
Setelah dirasa cukup di pulau pertama, kami melanjutkan ke pulau berikutnya, Pulau Cipir atau bisa juga disebut Pulau Khayangan, jaraknya pun tidak terlalu jauh dari Pulau Kelor.
Pulau ini termasuk dalam wilayah administratif kelurahan Pulau Untung Jawa kecamatan Kepulauan Seribu Utara Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu provinsi DKI Jakarta. Pulau ini sudah mulai ditata untuk tujuan wisata.
Pulau ini termasuk dalam wilayah administratif kelurahan Pulau Untung Jawa kecamatan Kepulauan Seribu Utara Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu provinsi DKI Jakarta. Pulau ini sudah mulai ditata untuk tujuan wisata.
Bersama dengan pulau Onrust, pulau Kelor, pulau Sakit (Pulau Bidadari) biasa disebut sebagai pulau Paradiso.
Di pulau ini terdapat peninggalan sejarah, yaitu sebuah benteng yang dibangun oleh Belanda pada zaman VOC. Disini ada sumber air tawar yang jernih dan bersih.
![]() |
| Adit, Meiimeii, Achie, Dedi, Idham, Verni, Anti (juru foto : Nabila) |
![]() | |||||
| Adit, Meiimeii, Achie, Dedi, Idham, Verni, Anti (juru foto : Nabila) |
Di tempat ini pun kami tidak diberi waktu lama, 1 jam dirasa cukup karena sudah hampir waktunya ISHOMA (Istirahat Sholat Makan) dan kegiatan itupun tidak dilakukan di pulau Cipir ini, melainkan di lokasi terakhir, pulau Onrust, jadi bisa dikatakan, disini kami hanya sekedar melepas lelah. namun juga dapat sedikit ilmu karena tahu di pulau ini dulunya dibangun Rumah Sakit, tempat memeriksa calon jamaah haji sebelum mereka dikatakan layak berangkat ke tanah suci Mekkah.
Oke, bergegas ke lokasi terakhir, pulau Onrust, here we go . . .
sedikit tentang pulau Onrust yang saya dapatkan dari Wikipedia, Pulau Onrust merupakan salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta yang letaknya berdekatan dengan Pulau Bidadari.
Pada masa kolonial Belanda, rakyat sekitar menyebut pulau ini adalah
Pulau Kapal karena di pulau ini sering sekali dikunjungi kapal-kapal
Belanda sebelum menuju Batavia.
Di dalam pulau ini terdapat banyak peninggalan arkeologi pada masa
kolonial Belanda dan juga sebuah rumah yang masih utuh dan dijadikan Museum Pulau Onrust.
Nama 'Onrust' sendiri diambil dari bahasa Belanda yang berarti 'Tidak
Pernah Beristirahat' atau dalam bahasa Inggrisnya adalah 'Unrest'.
Terdapat pula sebuah makam yang konon kabarnya merupakan makam dari pemimpin pemberontakan DI/TII yaitu Kartosoewirjo.
Pulau Onrust merupakan pelabuhan VOC sebelum pindah ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara. Pulau Onrust ini juga merupakan markas tentara penjajah Belanda sebelum masuk Jakarta dan mendudukinya. Di pulau inilah tentara Belanda melakukan aktivitas bongkar muat logistik perang.
Tahun 1930-an, Pulau Onrust juga menjadi asrama haji sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.
Para calon haji di Pulau Onrust diadaptasikan dengan udara laut karena
zaman dahulu mereka naik kapal laut sebelum menuju ke Arab Saudi. Di
pulau ini masih terlihat bangunan-bangunan peninggalan penjajah Belanda
seperti benteng dan pelabuhan kuno.
Pulau-pulau lain di sekitarnya seperti Pulau Bidadari (dahulu bernama Pulau Sakit), Pulau Cipir (Pulau Kahyangan) dan Pulau Kelor dibangun untuk menjadi pendukung pulau ini. Fasilitas di sini pernah dihancurkan dua kali oleh Britania Raya di tahun 1800-an namun setelah itu dibangun kembali oleh Belanda termasuk pembangunan asrama haji. (sumber http://id.wikipedia.org)
![]() |
| Verni dan Meiimeii (keliatannya Verni males sama Meiimeii) :D |
![]() |
| Meiimeii langsung beralih ke saya, cuma saya langsung ngedumel :D |
![]() |
| Akhirnya dia foto sendiri, hahahaha :D |
dan di pulau Onrust ini, katanya ada arwah Noni Belanda yang suka gentayangan membawa lentera lho, hii... di makamnya juga ditulis puisi dengan harapan agar dia terus hidup (jangan mudah percaya, setan biarin aja setan, kita manusia jangan sampai kayak setan) :D
![]() |
| Puisinya, untuk Meneer Maria |
![]() |
| Petunjuk di areal pemakaman |
| Bener gak yang saya liat, kalau "dia" ada disini |
Tiga pulau telah kami datangi, namun yang jadi penasaran saya "kapan boleh berenangnya??" semua alasan waktu dan tempat yang belum dikunjungi, dengan sedikit keberanian, akhirnya saya memberanikan diri bertanya kepada panitianya, Bp Matius..
"Om om, saya bawa baju nih, kok gak berenang-berenang ya? lautnya bagus nih"
dia cuma tersenyum dan menjawab "Mas, sadar gak kalau daritadi saya menyelamatkan mas dan temen-temen mas?"
"Maksudnya?"
"Kalau aja mas dan temen-temen mas gak terlambat sampai di pelelangan ikan Muara Kamal, kita punya waktu mas untuk berenang, makanya saya tutupin ke pengunjung yang lain alasan lokasi yang akan dikunjungi" dia langsung pergi meninggalkan saya yang wajahnya tiba-tiba merah.
yaa, itulah kami IRDA-V, selalu ada cerita setiap kami bersama, dan mulai sekarang, cerita itu akan kami 'bagi' lewat blogspot ini, mohon maaf bila ada kalimat atau kata-kata yang terkesan meledek, nyindir atau lain hal, terima kasih atas waktunya untuk membaca,,
;)

.jpg)

















